Artikel
REVITALISASI PERPUSTAKAAN DESA BUNGAH OLEH MAHASISWA BBK 6 UNIVERSITAS AIRLANGGA: TAMAN BACA PUSTAKA HADIRKAN SEMANGAT LITERASI DI TAMAN DESA
Bungah, 1 Agustus 2025 — Upaya membumikan kembali budaya literasi di tengah masyarakat terus digalakkan oleh berbagai kalangan, salah satunya datang dari kalangan mahasiswa. Melalui program Bidang Pendidikan, mahasiswa BBK 6 Universitas Airlangga melaksanakan revitalisasi Perpustakaan Desa Bungah menjadi sebuah Taman Baca Pustaka yang kini terletak di Gazebo Taman Desa Bungah, sebuah ruang terbuka yang berada di jantung desa dan mudah diakses oleh seluruh warga.
Revitalisasi ini tidak hanya berfokus pada perpindahan lokasi semata, namun juga melibatkan transformasi konsep, fungsi, serta atmosfer perpustakaan agar lebih inklusif, interaktif, dan menarik bagi berbagai kelompok usia, khususnya anak-anak, remaja, dan ibu-ibu rumah tangga.
Revitalisasi dilakukan sebagai respons terhadap kurang optimalnya fungsi Perpustakaan Desa Bungah yang sebelumnya berada di dalam ruangan tertutup di balai desa. Ruang yang sempit, kurangnya ventilasi, serta terbatasnya koleksi bacaan menjadi kendala rendahnya kunjungan masyarakat. Mahasiswa BBK 6 Universitas Airlangga kemudian menginisiasi perubahan menyeluruh yang meliputi pemindahan lokasi ke ruang terbuka, penataan ulang fasilitas, penambahan koleksi buku, serta pengaktifan program literasi berbasis komunitas.
Dengan memanfaatkan Gazebo Taman Desa Bungah yang berada di tengah kawasan hijau dan area bermain anak, kini perpustakaan desa hadir dengan wajah baru sebagai “Taman Baca Pustaka Desa Bungah” sebuah ruang literasi terbuka yang menyatu dengan alam, bersahabat bagi anak-anak, serta mudah diakses oleh seluruh warga tanpa sekat formalitas.
Mahasiswa BBK 6 Unair tidak hanya menata ulang tata letak rak dan buku, namun juga menambahkan sentuhan visual dan warna cerah pada rak baca dan gazebo, serta ruang diskusi mini.
Salah satu koordinator program BBK 6, mahasiswa Universitas Airlangga, menyampaikan bahwa misi utama kegiatan ini adalah membangun kembali kedekatan masyarakat dengan buku dan menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. “Kami ingin menghadirkan ruang baca yang hidup, tidak kaku, dan bisa menyatu dengan aktivitas warga desa, apalagi di era digital saat ini di mana minat baca semakin tergeser”
Proses revitalisasi ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Desa Bungah, tokoh masyarakat.
Warga pun menyambut kehadiran taman baca ini dengan penuh semangat. Anak-anak tampak antusias memilih buku dan duduk bersama membaca di bawah rindangnya pohon, sementara para ibu mendampingi.
Dalam jangka panjang, taman baca ini diharapkan menjadi bagian dari gerakan desa, mendukung target Desa Bungah sebagai Desa Ramah Anak dan Desa Cerdas yang mendorong warganya tidak hanya cakap baca tulis, tetapi juga melek informasi, teknologi, dan budaya.
Revitalisasi perpustakaan menjadi Taman Baca Pustaka Desa Bungah oleh mahasiswa BBK 6 Universitas Airlangga membuktikan bahwa kolaborasi kecil bisa melahirkan perubahan besar, terutama dalam membentuk budaya literasi sejak usia dini. Dengan memanfaatkan potensi lokal dan dukungan masyarakat, ruang baca ini menjadi titik awal kebangkitan semangat belajar di lingkungan yang lebih terbuka, ramah, dan menyenangkan.
Taman Baca Pustaka kini tidak hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bersama, tempat anak-anak bermimpi, dan warga belajar menuju Bungah yang lebih cerdas, kreatif, dan berdaya.