Artikel

MAHASISWA BBK 6 UNIVERSITAS AIRLANGGA DAN IBU-IBU DESA BUNGAH GALAKKAN PENANAMAN TOGA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN KELUARGA

29 Juli 2025 17:33:56  Admin Bungah  91 Kali Dibaca  Berita Desa

Bungah, 26 Juli 2025 — Upaya peningkatan kesehatan masyarakat kini tak lagi hanya mengandalkan layanan medis formal, melainkan juga melalui pemanfaatan potensi lokal dan kearifan tradisional yang sudah diwariskan secara turun-temurun. Hal inilah yang mendorong mahasiswa BBK 6 Universitas Airlangga untuk menggagas kegiatan penanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga) bersama ibu-ibu warga Desa Bungah dalam rangka pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman herbal yang mudah ditanam dan memiliki khasiat tinggi untuk kesehatan.

Kegiatan ini berlangsung di area taman desa pada Sabtu pagi, yang dihadiri oleh ibu-ibu kader kesehatan, pengurus PKK, dan aparat desa. Dengan semangat gotong royong, kegiatan dimulai dengan praktik langsung menanam tanaman-tanaman herbal Seperti daun pandan, sere, Kayu putih, sirsak, sambiroto, mahkota dewa, daun salam, jeruk limau, doro putih jeruk nipis, belimbing wulu, dan  daun bidara.

Mahasiswa BBK 6 Universitas Airlangga menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah mengedukasi masyarakat agar mampu memanfaatkan Tanaman Toga sebagai sumber tanaman obat, mengingat biaya kesehatan yang semakin tinggi dan risiko ketergantungan obat kimia yang juga meningkat.

“TOGA adalah warisan budaya bangsa yang perlu kita hidupkan kembali. Kami percaya bahwa ibu-ibu adalah garda terdepan dalam menjaga kesehatan keluarga. Dengan menanam dan menggunakan tanaman obat sendiri, warga bisa lebih mandiri dalam menghadapi gangguan kesehatan ringan, seperti masuk angin, batuk, atau nyeri otot,”

Ibu-ibu pun sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka tak hanya menanam secara berkelompok, tetapi juga saling berbagi pengalaman tentang pengobatan tradisional yang sudah mereka kenal sejak dulu. “Saya biasanya pakai kunyit untuk anak saya kalau demam, tapi sekarang saya tahu cara tanam dan rawatnya biar lebih subur,”

Kegiatan penanaman TOGA ini tidak hanya berorientasi pada manfaat kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan penghijauan lingkungan dan ketahanan keluarga secara menyeluruh. Dengan ditanamnya tanaman herbal di taman desa, lingkungan menjadi lebih asri dan edukatif.

Revitalisasi pemanfaatan tanaman obat keluarga melalui kegiatan penanaman TOGA bersama mahasiswa BBK 6 Universitas Airlangga di Desa Bungah menjadi langkah strategis dan inspiratif dalam membangun budaya hidup sehat, mandiri, dan berkelanjutan. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat terbukti mampu menggerakkan partisipasi warga untuk kembali mengenali, menanam, dan memanfaatkan sumber daya alami lokal sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Toga bukan sekadar tanaman, melainkan simbol keberdayaan masyarakat. Ditanam di tanah desa, dipetik oleh tangan ibu, dan menjadi obat bagi keluarga inilah bentuk sederhana dari kemandirian kesehatan yang sesungguhnya. Dan Desa Bungah telah memulainya dengan penuh semangat.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image