Artikel
Edukasi Diabetes Melitus dan Pemeriksaan Gula Darah oleh Mahasiswa BBK 6 di Desa Bungah Disambut Antusias Ibu-ibu PKK RT 17 A
Bungah, 27 Juli 2025 — Kesehatan merupakan aspek penting dalam kehidupan masyarakat yang perlu terus dijaga dan ditingkatkan, terlebih dengan meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular seperti Diabetes Melitus (DM). Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap bahaya penyakit ini, mahasiswa BBK 6 mengadakan kegiatan edukasi Diabetes Melitus dan pemeriksaan gula darah gratis di Desa Bungah, tepatnya di rumah Ibu Yatimatul Izzah, pada Sabtu, 27 Juli 2025 pukul 15.30 WIB.
Kegiatan ini bertepatan dengan pertemuan rutin PKK RT 17 A dan menjadi momen yang dimanfaatkan mahasiswa untuk turut berperan aktif dalam memberikan edukasi kesehatan. Puluhan warga, khususnya para ibu rumah tangga, hadir dengan penuh semangat dan antusiasme.
Dalam sambutannya, salah satu perwakilan mahasiswa BBK 6 menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang faktor risiko, gejala, dampak jangka panjang, serta cara pencegahan dan penanganan Diabetes Melitus. Edukasi disampaikan secara interaktif, menggunakan media visual dan bahasa yang mudah dipahami, agar seluruh peserta dapat mengikuti dengan nyaman.
Materi edukasi meliputi :
- Pengertian Diabetes Melitus dan perbedaannya dengan jenis diabetes lainnya
- Faktor risiko seperti obesitas, pola makan tinggi gula, kurang aktivitas fisik, dan riwayat keluarga
- Gejala yang sering diabaikan seperti sering haus, sering buang air kecil, luka yang sulit sembuh, hingga penurunan berat badan drastis
- Bahaya komplikasi seperti gagal ginjal, kebutaan, penyakit jantung, hingga amputasi
- Langkah pencegahan dengan gizi seimbang, olahraga teratur, dan cek kesehatan rutin
Mahasiswa juga menekankan pentingnya deteksi dini karena banyak penderita diabetes tidak menyadari kondisinya hingga timbul komplikasi serius.
Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan gula darah secara gratis bagi warga yang hadir. Pemeriksaan ini menjadi salah satu bentuk deteksi dini yang sangat berguna, terutama bagi warga yang memiliki gejala atau faktor risiko.
Proses pemeriksaan dilakukan secara bergiliran dengan alat digital, disertai penjelasan singkat mengenai hasil kadar gula darah yang diperoleh. Mahasiswa memberikan saran dan edukasi lanjutan bagi peserta dengan hasil gula darah tinggi, serta menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.
Menurut salah satu peserta, kegiatan ini sangat membantu. “Saya tidak pernah periksa gula darah sebelumnya, jadi sangat terbantu dengan kegiatan ini. Apalagi tadi dijelaskan juga tentang pola makan yang benar. Semoga bisa rutin dilakukan,” ungkapnya.
Ketua PKK RT 17 A, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan masyarakat. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat relevan karena banyak ibu-ibu yang belum memahami risiko diabetes dan pentingnya menjaga pola hidup sehat.
“Kami sangat senang dan terbantu dengan kehadiran mahasiswa BBK 6 Universitas Airlangga”
Melalui kegiatan ini, mahasiswa BBK 6 Universitas Airlangga berharap dapat menjadi jembatan informasi dan inspirasi bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan gaya hidup sehat dan memeriksakan diri secara berkala.
“Edukasi seperti ini bukan hanya tentang memberi informasi, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa pencegahan itu lebih murah dan lebih baik daripada pengobatan,”
Sebagai tindak lanjut, warga diimbau untuk terus melakukan pemeriksaan gula darah minimal 6 bulan sekali, menjaga berat badan ideal, mengurangi konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, serta tetap aktif berolahraga.